Apakah Bank Anda Sudah Mengetahui Seberapa Kuat Portofolio Saat Skenario Terburuk Terjadi?
Stress testing membantu bank menguji ketahanan eksposur terhadap perubahan ekonomi, kualitas kredit, likuiditas, suku bunga, dan berbagai skenario ekstrem sebelum risiko tersebut berubah menjadi tekanan nyata.
Apa Itu Stress Testing On Banking Exposure?
Stress Testing on Banking Exposure adalah proses analisis untuk mengukur dampak berbagai skenario tekanan terhadap eksposur, portofolio, modal, likuiditas, dan kinerja bank. Pelatihan ini membantu peserta memahami desain skenario, pemilihan variabel risiko, analisis sensitivitas, scenario analysis, interpretasi hasil, serta penyusunan rekomendasi mitigasi.
Mengapa Stress Testing On Banking Exposure Ini Penting?
Bank dapat menghadapi tekanan ketika perubahan ekonomi bergerak jauh dari asumsi normal. Karena itu, stress testing membantu manajemen melihat potensi dampak sebelum kondisi tersebut terjadi. Basel Committee menempatkan stress testing sebagai alat penting dalam manajemen risiko dan perencanaan modal, sementara penelitian akademik mengenai bank stress testing menunjukkan perannya dalam mengevaluasi ketahanan lembaga keuangan terhadap skenario tekanan. Pendekatan ini membantu bank menghubungkan risiko dengan keputusan modal, likuiditas, dan strategi.
Mengapa Mengikuti Pelatihan Ini?
- Memperkuat kompetensi stress testing
- Meningkatkan kualitas analisis risiko
- Mendukung perencanaan modal dan likuiditas
- Membantu pengambilan keputusan berbasis skenario
Apa Saja Materi Dalam Pelatihan Ini?

Hari Pertama
- Fundamental Banking Exposure
- Stress Scenario Design
- Credit Risk Stress Testing
- Market dan Interest Rate Risk
Hari Kedua
- Liquidity Stress Testing
- Capital Impact Analysis
- Sensitivity Analysis
- Stress Test Reporting
Apa Hasil yang Peserta Dapatkan Mengikuti Pelatihan Ini?
- Memahami konsep stress testing
- Mampu menentukan variabel risiko
- Mampu menyusun skenario tekanan
- Mampu melakukan analisis sensitivitas
- Mampu mengevaluasi dampak terhadap eksposur
- Mampu menyusun interpretasi hasil
- Mampu merancang rekomendasi mitigasi
Aplikasi Apa yang Digunakan Dalam Pelatihan?
- Microsoft Excel
- Microsoft Power BI
- Statistical Analysis Software
- Banking Risk Model Spreadsheet
FAQ: Pertanyaan Seputar Stress Testing On Banking Exposure
- Apakah pelatihan hanya untuk risk management?
Tidak. Treasury, finance, credit risk, internal audit, compliance, dan manajemen juga dapat mengikuti pelatihan. - Apakah peserta belajar membuat skenario?
Ya. Peserta mempelajari penyusunan skenario berdasarkan variabel risiko yang relevan. - Apakah pelatihan membutuhkan kemampuan statistik tinggi?
Peserta membutuhkan pemahaman numerik dasar, sedangkan materi dapat menyesuaikan tingkat kemampuan peserta.
Siapa Saja yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?
- Senior Level: Direktur Risiko, Direktur Keuangan, Direktur Bank
- Middle Management: Risk Manager, Treasury Manager, Finance Manager
- Supervisor: Risk Supervisor, Credit Supervisor, Treasury Supervisor
- Staff: Risk Analyst, Credit Analyst, Financial Analyst
- Profesional: Quantitative Analyst, Economist, Risk Consultant
- Governance: Internal Auditor, Compliance Officer
- Fresh Graduate: Lulusan ekonomi, keuangan, matematika, statistik
- Profesional Perbankan: Banking Risk Specialist
Uji Ketahanan Portofolio Sebelum Risiko Menguji Bank Anda!
Bank membutuhkan lebih dari sekadar laporan risiko historis. Manajemen perlu memahami apa yang terjadi jika kondisi ekonomi berubah secara ekstrem dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi eksposur bank.
Melalui Pelatihan Stress Testing on Banking Exposure, peserta dapat membangun kemampuan analisis skenario yang lebih tajam dan mendukung keputusan berbasis risiko. Daftarkan tim Anda dan jadikan stress testing sebagai radar strategis untuk menghadapi ketidakpastian.